Rabu, 03 Oktober 2012

Mengungkap METODE yang digunakan NABI SULAIMAN, untuk memahami bahasa SEMUT

Kita sering mendengar kisah tentang kehebatan Nabi Sulaiman, yang bisa mengerti bahasa Semut.
Tentu banyak yang penasaran, bagaimana beliau melakukannya?
Mungkin tulisan ini, adalah jawaban dari semua misteri itu…
.
Manusia dari Suku Semut
.
Di dalam salah satu tulisannya, yang berjudul “Apakah dalam Kejadian Sesungguhnya Nabi Sulaiman AS Dapat Bercakap-cakap dengan Burung dan Semut?” di harian Fajar Makassar, saat membahas QS.27:18-19Ustadz Muhammad Nur Abdurrahman, menulis…
.

Hattay idza- Ataw ‘alay Wa-di nNamli Qa-lat Namlatun Ya-ayyuha- nNamlu Dkhuluw Masa-kinakum. 
Sehingga tatkala mereka sampai ke lembah “semut”, berkata “seekor semut”, hai “semut” masuklah ke dalam tempat tinggalmu (QS.27:18).
Fatabassama Dha-hikan min Qawliha-. 
Maka (Sulaiman) tersenyum oleh ucapan (“semut”) itu (QS.27:19).
.
“Semut” dalam ayat 18 dan 19 yang dikutip di atas itu, bukanlah semut yang sebenarnya, akan tetapi manusia biasa dari “puak semut“. “Seekor semut” maksudnya Kepala Suku dari puak semut. bldirgantara.blogspot.com
Kalau AL NML dianggap betul-betul semut, maka orang akan menghadapi kesulitan dalam menterjemahkannya ke bahasa lain yang mengenal pembedaan bentuk kata tunggal (mufrad, singular) dengan jamak (jama’, plural), yaitu seperti berikut:
an ant said: O, ant, enter your dwellings. 
Maka perhatikan ant itu tunggal, (u)Dkhuluw dan Masa-kinakum adalah jamak.

Selanjutnya beliau menulis…
Untuk mengelakkan kesalahan gramatikal, apabila anNamlu dianggap betul-betul semut, maka M.M. Pikthall menterjemahkannya dengan:
an ant exlaimed, O ants! Enter your dwellings.
Jadi M.M.Pikthall “terpaksa” menjamakkan ants untuk menyesuaikannya dengandwellings (Masa-kinakum). Maka akibat mengelakkan kesalahan gramatikal, ia salah dengan menjamakkan ants yang sesungguhnya tunggal (mufrad), yaitu anNamlu.
Namun jika difahamkan anNamlu adalah nama diri dari suatu puak bangsa manusia, yaitupuak Semut, maka tidak akan ada kesulitan gramatikal, sebab walaupun anNamlu itu singular, sesungguhnya ia plural, sekelompok bangsa manusia yang mengelompokkan diri dalam sebuah qaum, yaitu mereka namakan dirinya sebagai puak Semut.bldirgantara.blogspot.com
sumber : Apakah dalam kejadian sesungguhnya, Nabi Sulaiman AS dapat bercakap-cakap dengan Burung dan Semut?
Dengan demikian METODE yang dipakai Nabi Sulaiman, untuk memahami bahasa semut adalah dengan cara mempelajari bahasa mereka. Yaitu bahasa yang dipergunakan oleh sekelompok manusia, yang bernama Puak Semut atau Suku Semut atau Kaum Semut. 


Description: Mengungkap METODE yang digunakan NABI SULAIMAN, untuk memahami bahasa SEMUT Rating: 3.5 Reviewer: MEGAPIXELS MULTIMEDIA ItemReviewed: Mengungkap METODE yang digunakan NABI SULAIMAN, untuk memahami bahasa SEMUT
Artikel Terkait

Ditulis Oleh : MEGAPIXELS MULTIMEDIA ~ Unyu-Berbagi

Artikel Mengungkap METODE yang digunakan NABI SULAIMAN, untuk memahami bahasa SEMUT ini diposting oleh MEGAPIXELS MULTIMEDIA pada hari Rabu, 03 Oktober 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More